Dikadalin Iklan Komodo

dukung-komodo-7-keajaiban-duniaIndonesia sedang berbahagia karena Taman Nasional Komodo masuk sebagai finalis ajang kontes populer New 7 Wonders (N7W) yang diadakan sebuah perusahaan lisensi dari Swiss. Padahal Taman Nasional Komodo sudah masuk world heritage-nya UNESCO.

Credo Komodo

Dalam perjalanannya, proses pemilihan kontes lewat voting ini  berjalan penuh liku-liku, salah satunya adalah dengan pihak panitia N7W itu sendiri. Sejak Taman Nasional Komodo masuk sebagai finalis, Indonesia ditawarkan menjadi tuan rumah acara malam final N7W. Saat itu MenBudPar Jero Wacik punya semangat yang tinggi untuk memajukan Pulau Komodo ke kancah wisata Internasional. Namun terjadi miskomunikasi antara panitia dengan pihak budpar, N7W meminta dana-dana tambahan yang sangat besar yang musti dikeluarkan Indonesia berkaitan dengan posisinya sebagai tuan rumah malam final N7W, jelas dana-dana tambahan ratusan ribu US$ itu ditolak mentah-mentah. Penolakan ini berujung pada ancaman akan didiskualifikasikannya Pulau Komodo sebagai finalis. N7W pun sempat menuntut budpar ke pengadilan karena dianggap membatalkan perjanjian sepihak. Pihak Budpar tidak gentar, mereka dengan tim pengacara siap menghadapi gugatan pihak N7W. Karena kisruh ini maka posisi Pulau Komodo sebagai finalis N7W pun menjadi gantung. N7W mengancam akan mencabut Pulau Komodo sebagai finalis New 7 Wonders.

Hingga tahun 2011 posisi Pulau Komodo sebagai finalis ternyata belum juga dicabut oleh N7W, malahan pihak N7W kini memiliki panitia lokal di Indonesia sebagai panitia pendukung pemenangangan Pulau Komodo. Tidak tanggung-tanggung panitia ini pun menggalang dukungan penuh yang besar sebagai sebuah konsorsium. Melibatkan dari banyak pihak, mulai dari selebriti, stasiun TV, media, bahkan mantan wakil presiden Jusuf Kalla berdiri di depan menjadi ambassador pemenangan Pulau Komodo untuk N7W ini.

Promo Vote Komodo

Sebagai sebuah konsorsium bisnis lisensi maka kampanye mendukung Pulau Komodo dilakukan dengan model iklan yang besar pula. Iklan untuk vote Pulau Komodo ini dilakukan dengan sebuah metode kampanye yang intensif, apalagi memasuki masa-masa akhir voting yaitu bulan November 2011.

Namun yang menjadi kontroversi dalam kampanye ini adalah ketika kampanye dukungan Pulau Komodo dianggap sudah menyalahi etika sebagai iklan, yaitu menggunakan pesan-pesan yang ambigu dan makna berlapis. Pola pesan-pesan ambigu dalam iklan memang sering terjadi, terutama iklan-iklan kontes atau sayembara. Janji-janji iklan sayembara tentu menjual keberuntungan agar publik mau ikutan sayembara tersebut. Janji-janji dalam iklan sayembara diracik oleh para pengiklan sedemikian rupa agar nampak kemungkinan peluang kemenangan sangat dekat dengan publik yang mengikuti sayembara.

Namun dibalik semua peluang dan janji-janji dari iklan sayembara, tentu ada syarat-syarat ketat yang terkait dengan sayembara hingga diujung keterlibatan publik sebagai peserta, kemungkinan pemenangan sangat sulit bahkan publik pun akhirnya sering merasa terjebak dengan iklan-iklan sayembara tersebut.

Ini terjadi pada iklan dukungan pemilihan Pulau Komodo sebagai pemenang New 7 Wonders. Dukungan voting Pulau Komodo jelas-jelas hanya bentuk permainan dan sayembara lisensi wisata milik perusahaan New 7 Wonders dari Swiss. Yang mana pemenang dari acara N7W ini akan meraih sertifikat New 7 Wonders. Sertifikat dan lisensi-nya jelas milik perusahaan Swiss tadi. Contoh sederhananya adalah lembaga Miss Universe atau Miss World dan seterusnya. Mereka menggelar acara kelas dunia lalu meminta dukungan dari warga negara-negara kandidat, jika sudah menentukan pemenangnya, maka si “miss” tadi akan masuk kontrak dari lembaga tadi. Miss Universe akan mengunjungi daerah-daerah dan negara-negara untuk sebuah tur berbayar, jika masuk iklan brand atau produk pun tentu musti membayar lisensi. Begitulah bisnis lisensi dari acara-acara tersebut, termasuk acara pemilihan New 7 Wonders ini.

Kelak, jika Pulau Komodo memenangkan titel New 7 Wonders ini tentu Indonesia akan memanfaatkan kemenangan ini sebagai materi promosi pariwisata Indonesia. Semua materi promo yang mencantumkan New 7 Wonders tentu harus membayar lisensi kepada New 7 Wonders sebagai pemilik sertifikan New 7 Wonders. Apakah ini salah? jelas tidak, karena begitulah model bisnis popular vote dan lisensi. Hal ini mirip dengan acara Indonesian Idol. Pemenangnya tentu akan terikat kontrak panjang dan “dijual” oleh pihak Indonesian Idol hingga masa kontrak habis. Uang yang diperoleh dari Indonesian Idol pun kemudian musti dibayarkan ke pemilik brand pusat yaitu American Idol.

Bentuk iklan kampanye Komodo inilah yang kemudian menuai kontroversi di kalangan masyarakat. Bangsa Indonesia sedang gencar ditantang rasa nasionalisme-nya untuk mendukung sebuah ajang “seru-seruan” belaka. Tidak ada kaitannya dengan dukungan perjuangan nasionalisme yang sesungguhnya seperti pada timnas atau atlet Sea Games. Dukungan kemenangan Pulau Komodo diarahkan kepada rasa cinta bangsa ini terhadap nilai Komodo yang sangat unik milik Indonesia. Janji pelestarian pun digunakan dalam iklan dukungan komodo ini. Padahal publik sudah rancu untuk mengerti bahwa kampanye dukungan ini hanyalah dukungan KOMERSIALISASI bukan dukungan KONSERVASI dari Pulau Komodo.

Dalam sebuah halaman iklan SMS dukung Komodo ini tertulis:

“Hanya dengan Rp. 1, satu sumbangsih suara Anda dapat memberi nafas panjang bagi kehidupan Komodo, sekaligus penghormatan untuk Indonesia tercinta!”

Janji bahwa satu rupiah dapat memberi nafas panjang bagi kehidupan Komodo jelas merupakan pernyataan konservasi. Apakah ini janji yang akan dipenuhi oleh pihal N7W? Lalu kalimat berikutnya: sekaligus penghormatan untuk Indonesia tercinta, merupakan pernyataan tantangan rasa nasionalisme kepada publik. Belakangan kampanye dukung SMS baru dengan kalimat: KINI SMS GRATIS. Ini pun musti dikaji apakah dengan gratis ini maka pulsa SMS kita tidak dipotong dalam mengirimkan SMS dukungan? Telco provider yang musti menjelaskan ini.

Bangsa ini sedang krtisi dengan yang namanya rasa nasionalisme, nampaknya ini yang menjadi sentilan jitu untuk iklan sayembara dukungan Pulau Komodo ini. Apakah ini salah? atau menyalahi aturan etika periklanan? Saya rasa teman-teman di dunia periklananlah yang mampu mengkaji dan menjawab ini semua.

Bangsa ini punya cita-cita besar untuk Pulau Komodo dan Komodo-nya. Kecintaan itu sangat nampak jelas dari respon publik atas sayembara ini. Ini bukti nyata yang sangat bisa dijadikan modal bagi pemerintah dalam meningkatkan pariwisata dan dukungan konservasi Pulau Komodo atau tempat-tempat wisata lainnya. Sayangnya kejelian potensi ini justru ada pada pihak asing yang mengambil keuntungan dari rasa cinta dan nasionalisme atas Pulau Komodo.

Komodo Pemersatu

Satu hal lagi, bangsa ini sedang mengalami krisis perpecahan. Pemerintah dengan partai-partainya sedang memecah belah pandangan kebersatuan bangsa ini. Kerinduan rasa bersatu bangsa dapat terlihat jelas dengan fenomena timnas sepak bola Indonesia. Ketika semua partai beramai-ramai mengibarkan panji berwarna-warni dengan janji-janji mereka lebih baik dari partai lain, bangsa ini cukup menghadap ke arah yang sama dan mengibarkan warna yang sama yaitu merah-putih. Bangsa ini sudah lelah dengan perpecahan dan rindu dengan pesatuan. Timnas sepak bola adalah air segar yang menyatukan bangsa ini.

Kemunculan kampanye dukungan Pulau Komodo tentu lebih menjadi tantangan bagi rasa nasionalisme bangsa ini. Ketika timnas sepak bola hanya bisa tingkat Asia, Komodo hadir dengan tantangan kelas dunia. Wajar jika akhirnya dukungan yang diberikan bangsa ini sangatlah besar, tulus, dan penuh kebanggaan. Kemenangan Komodo tentu akan jadi sorak-sorai yang mengharukan bagi bangsa ini… Semoga jangan sampai semangat ini dimanfaatkan untuk hal-hal untuk komersil saja.

Semoga semangat kebersatuan ini tetap nyala dan nyata.. Saya sangat percaya dibalik semua perbedaan pandangan dari acara sayembara ini, kita semua bangsa Indonesia berdiri dan menghadap ke arah yang sama, bahwa mereka cinta Indonesia…

Mari dukung Indonesia!


2 teman anda menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?


60 Comments »

  1. untung mardianto Said,

    October 28, 2011 @ 12:17

    makin helas permsalahannya :)
    cuma koreksi dikit: ‘Telco provider yang musti menjelaskan ini’ kayanya yg pas CELCO provider deh

  2. budi Said,

    October 28, 2011 @ 14:16

    urusan komodo ini terlalu bertele-tele demikian juga artikel ini

  3. ovit Said,

    October 28, 2011 @ 14:32

    Tulisannya kepanjangan dan case examplenya mbulet..
    Boleh dipersingkat?
    Saya bingung mBacanya..

  4. hardian69 Said,

    October 28, 2011 @ 15:27

    Ahh….sirik aja lu !

  5. Jerukk Said,

    October 28, 2011 @ 15:39

    yang penting Dukung Indonesia.

  6. kere hore Said,

    October 28, 2011 @ 15:39

    Mending dukung ayu ting ting ajah

  7. thomas Said,

    October 28, 2011 @ 15:46

    Tulisannya bagus kok… Smga bisa mengobarkan semangat kebhinekaan!

  8. Alisa Said,

    October 28, 2011 @ 15:46

    jadi intinya apa?
    Setelah saya baca panjang lebar, saya belum menemukan inti dari tulisan tsb.
    Mungkin krn penggunaan bahasanya yg agak tinggi, jd saya agak bingung.

  9. opii Said,

    October 28, 2011 @ 16:07

    Komodo

  10. Ara Said,

    October 28, 2011 @ 16:15

    kok membingungkan ya…
    jadi harus didukung atau enggak nih…?
    kalo ada kalimat ‘mari dukung Indonesia’ harusnya kita dukung ya..

  11. fahmi52 Said,

    October 28, 2011 @ 16:24

    ..jdi masalahnya cuma iklan.?
    ..tapi tetap dukung INDONESIA..

    =)

  12. ihsan Said,

    October 28, 2011 @ 16:34

    penulisnya labil nih, mau bilang jangan dukung tp masih takut2..
    jadi berlete-lete :capede:

  13. tsefull Said,

    October 28, 2011 @ 16:55

    tulisannnya mantap………kritiknya tajam.

    menurut saya yang paling penting bagaimana melestarikan komodo agar jangan sampai punah.

  14. Perbun Said,

    October 28, 2011 @ 17:00

    Yang ane tangkep, kalo dukungannya banyak komodo bisa menjadi salah satu dari 7 wonder. Tapi kalo dipake untuk promosi, kita mesti bayar ke bule. Maklum penyelenggaranya adalah swasta yang orientasinya cari untung.

  15. ay Said,

    October 28, 2011 @ 18:00

    cekidot http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11078838 :D

  16. rosadtea Said,

    October 28, 2011 @ 18:20

    Ane malah ikutan kontes SEO untuk pulau Komodo ini…
    ini linknya : http://rosadtea.blogdetik.com/komodo-island-is-the-new-7-wonders-of-the-world/
    artikelnya keren,

  17. jerukpisang Said,

    October 28, 2011 @ 18:32

    Tulisannya kepanjangan :)

  18. Juragan Tiket Pesawat harga Murah Said,

    October 28, 2011 @ 20:17

    komodo nya ini siapa ya…:)

  19. Hardiyanto Takula Said,

    October 28, 2011 @ 20:23

    wooo,,,pemaparan yang panjang :) tp tak apalah yg penting materinya yg disampaikan jelas, salam buat komodonya ya… :)

  20. Evelyn Said,

    October 28, 2011 @ 21:26

    Ujgnya apa ya..Dukung ato gak seh..

  21. benk2 Said,

    October 28, 2011 @ 22:02

    Intinya dukung KOMODO
    Tapi jangan sms, karena uang hasil sms itu bukan untuk komodonya,, tapi untuk para komodo2 yang ada di perusahaan celco gitu!!
    gituh aja kaleh slesai

  22. opoanane Said,

    October 28, 2011 @ 22:55

    cuma kepentingan bisnis belaka

  23. Arghaist Said,

    October 29, 2011 @ 00:01

    Ya inilah Indonesia, udah terlalu banyak kebohongan, sehingga semua hal disorot sisi negatifnya.
    Mau percaya dan berbaik sangka, tapi rawan dibohongin.
    Mau kritis dan menentang tapi takut dibilang suudzan.
    Kembali ke diri masing2 aja deh mendingan, lagian juga nasionalisme kesannya terlalu murah kalo cuma kirim SMS begitu.

  24. masputra Said,

    October 29, 2011 @ 07:15

    lagi-lagi money politic… :(
    miris banget negeri ini…

  25. King Leo Said,

    October 29, 2011 @ 07:31

    Hehehehehe…. Semua itu hanya bualan belaka,please be Smart People,jangan smp deh kita di kadalan sm hal2 yg kayak ginian,klo emang Komodo masuk. Ke dalam New 7 wonder apa hubungan nya denagn rasa nasionalisme dan penilaian itu kan datang nya dari mereka yg menilai bkn dari hasil vote komersil seperti ini…

    MERDEKAAAAAAAAAA…..!!!!!!!

  26. melly Said,

    October 29, 2011 @ 09:21

    Yang penting dukung Indonesia :)

  27. Swarley Said,

    October 29, 2011 @ 12:35

    Tulisan nya bertele-tele, kepanjangan, bahasa nya juga kaku kayak kanebo kering. :)

  28. taufik120292 Said,

    October 29, 2011 @ 13:45

    Yah saya sebagai warga negara Indonesia, saya bangga Indonesia memiliki pulau komodo. Saya haya bisa berdoa smoga pulau komodo terpilih sebagai tempat keajaiban dunia. amiin..

    Monggo tingkatkan rasa persatuan dan kesatuan…

    http://koclok.blogdetik.com/2011/10/11/pulauweb-web-hosting-murah-indonesia/

  29. tedifa Said,

    October 29, 2011 @ 23:33

    kasian komodonya dijadikan dalih..takutnya ada unsur politik bermain di dalamnya. mungkin sudah gak mempan pake dalih “RAKYAT KECIL”, karena rakyat sudah makin pintar, sekarang komodo yang jadi sasaran..

  30. moismiiy21 Said,

    October 30, 2011 @ 00:04

    tulisannya panjang.

    for support Indonesia…. don’t forget pray and say “Ayo Indonesia Bisa”

  31. akutah tetep karepe'dewek Said,

    October 30, 2011 @ 03:00

    “buaya dikadalin” aja dah… tarling panturahan… JOSS

    Asololey ngamen icik-icik

  32. guru rusydi Said,

    October 30, 2011 @ 08:54

    ya memang harus ditelusuri lebih dalem tuh. bisa jadi kita bener2 dikadalin. pasti banyak yg berkepentingan ama iklan komodo. juga banyak penulis

  33. indy movie Said,

    October 30, 2011 @ 08:55

    tulisannya bagus, obyektif karena hanya memaparkan data dan fakta saja, dan membiarkan pembaca menyimpulkan atau mengambil sikap yang dipilihnya sendiri.

    saya suka sedih melihat anak-anak muda sekarang tidak tahan membaca artikel panjang, apalagi yang tidak ada gambar atau fotonya (hahaha) ini semua gara-gara budaya facebook dan twitter.

    maju terus mas penulis, saya mendukung anda..

  34. jenal Said,

    October 30, 2011 @ 10:09

    emang lagi marak iklan tentang komodo….
    tapi saya mah tetap dukung…

  35. widy Said,

    October 30, 2011 @ 10:42

    Yaelah artikel panjang2 bener †ªpί ttp aja gw ga ngerti sama mksud artikel ini. Coba intinya apa mas, jgn bertele2..
    Klo emg situ ga suka yaudah. Gtu aja koq repott.. Jgn nyari kambing hitam.. Hahaaha

  36. ranum Said,

    October 30, 2011 @ 10:58

    Hei kalian yang mengeluh tulisan panjang dan bertele-tele.. sadar gak sih.. loh lagi menunjukkan kalo lo itu telat mikir dan o’on? :)))) Bodoh boleh.. tapi jangan bangga dan pamer woi! :)))

  37. Rain Said,

    October 30, 2011 @ 11:30

    tetep dukung indonesia..!!

  38. pinkon Said,

    October 30, 2011 @ 12:29

    gimana negaranya mo maju nih, dikasih tulisan gini doang ngeluh kepanjangan, dasar bloon pasti cuma bisa baca twitter ya. trs buat yg ngeluh jadi mesti ngapain, inti artikelnya apa, kebiasaan disuruh2 ya di sekolah? gak bisa narik kesimpulan sendiri tanpa disetir?

  39. Cinta Nana Said,

    October 30, 2011 @ 19:33

    I like your blog(^o^) Nice…..

  40. faddo83 Said,

    October 30, 2011 @ 21:59

    Arah tulisannya kemana yah, bingung..? Disatu sisi menceritakan tentang dibalik pemilihan N7W, tapi di sisi lain ayo dukung Komodo… Gak ada kesimpulan dari 2 hal yang bertolak belakang tersebut…

  41. MT Said,

    October 30, 2011 @ 22:14

    ya, semoga konservasi lebih diutamakan ketimbang komersialisasi

  42. ranum Said,

    October 30, 2011 @ 22:52

    @faddo83 : yang aku baca sih.. tulisan ini cuma memamparkan fakta yang hampir banyak orang mengabaikan yaitu : ini cuma bisnis yang memanfaatkan nasionalisme. Yaah namanya juga bisnis, gak kriminal kan bo.. jadi sah sah aja… silakan lo mo ikutan vote apa kagak. Intinya lo sadar kalo lo vote.. lo cuma dukung jualannya N7W bukan dukung Komodo cuy… Gw sih tetep vote.. gpp lah keuntungan buat N7W sama buat kampanye JK… eke dukung pak JK sih…

  43. vitalitas Said,

    October 31, 2011 @ 00:12

    UUD deh Ujung-Ujung nye Duit

  44. anny Said,

    October 31, 2011 @ 07:46

    Mudah2an setelah Komodo kita masuk N7W akan ada perubahan yang baik untuk konservasi pulau komodo, terlepas dari motif lainnya, kita tetap dukung Indonesia

  45. Iman Said,

    October 31, 2011 @ 11:25

    bisa juga gak new7wonder yg ‘dikadalin’ jika Taman Nasional Komodo menang ini sbg promo awal trus promo selanjutnya tanpa lisensi new7wonder, soal strategi promosi saja ??

  46. pep ark Said,

    October 31, 2011 @ 11:53

    kalau memang bener, harusnya voting 1orang 1 suara
    bukan kirim sebanyak2nya dengan 1 nomer ato bbrp nomer tapi teregstrsi atas nama 1 orang.
    voting komersil.
    yang penting komodo tetep ajaib bagi bangsa indonesia
    toh sudah diakui unesco

  47. roni Said,

    October 31, 2011 @ 20:23

    pak joro wacik kan dah nolah bayar.. jadi?
    apakah keajaiban2 dunia lainnya berkasus seperti ini jg?
    apa guiness book of record jg seperti ini?
    yang penting komodo cuma ada di indonesia!!

  48. il'oljp Said,

    November 1, 2011 @ 08:27

    Mohon jangan ganggu komodo biar hidupnya lebih alami,

  49. madewira Said,

    November 1, 2011 @ 08:28

    Daripada ngesms N7W komodo, mending sms SEAG tuh maskot modo-modi suruh ganti :))

  50. danny Said,

    November 1, 2011 @ 08:37

    hehe, sayang banget kalo kadar nasionalisme cuma karena ga sms..

    jangan sampai energi nasionalisme yang besar ini dikadalin ama kepentingan sesaat aja.. *ooppss*

    dibalik semua pro-kontra soal Komodo ini, IMHO pulau komodo jd keajaiban dunia krn sdh semakin sedikit yg kayak begitu tersisa di dunia ini.. yang tersisa dan ga banyak ini penting banget dijaga kelestariannya.. kita harus berhati-hati dan bijak dalam menanganinya..

    memang, Pulau Komodo itu aset negara u/ pariwisata.. tapi ga cuma itu aja donk!

    mari belajar lebih bijak merawat apa yang kita miliki, sebelum itu hilang..

  51. anthony sinaga Said,

    November 1, 2011 @ 08:56

    Tulisan artikelnya terlalu bertele-tele! Poinnya apaan ya? Kok diajak muter-muter di situ aja?

  52. Arya Said,

    November 1, 2011 @ 09:13

    Dari awal juga saya udah curiga sih, terutama setelah Pak Jero Wacik waktu itu milih mundur dari ‘kompetisi’ karena diperas pihak New 7 Wonder.
    Kenapa walaupun pihak yayasan itu udah ngancem perkarakan Indonesia tapi ga jadi, karena mungkin mereka merasa kalau Indonesia ini punya banyak potensi untuk mereka mengeruk uang.

    Btw kayanya yang ngomong artikel ini muter2 itu masih orang yang sama yah? :))

  53. datum Said,

    November 1, 2011 @ 09:20

    motulz,

    gue coba tarik kesimpulan sederhana dari ‘hingar bingar’ komodo ini..

    semangat membawa indonesia dikenal di dunia (selain terkenal dengan korupsinya) salah satunya dengan “keunikan” yang ada di bumi pertiwi ini yaitu komodo. sayangnya seringkali pemerintah dan bangsa kita cenderung ‘terburu-buru’ dalam ‘memilih caranya’.

    yang motulz tulis ini adalah informasi dari kenyataan perjalanan soal komodo ini, yang kiranya bisa membantu pembaca mengetahui proses yang selama ini terjadi. dengan demikian kita bisa mengambil sikap tentang komodo.

    pertanyaan saya adalah, mengapa semangat mengangkat indonesia (karena cinta indonesia), salah satunya komodo ini, harus menggunakan jalur orang/institusi luar negeri?
    kita bisa memulai menghargai dan mengangkat kekayaan bangsa dan negara ini sendiri, swadaya bangsa indonesia, yang hasilnya juga untuk bangsa indonesia.

    sekedar mengingatkan teman-teman semua, bahwa karena adanya komodo ini maka pulau komodo dijadikan taman nasional. sebagai taman nasional pasti berarti konservasi, itu yang utama, bukan komersialisasi.

    komersialisasi bisa ikut bergulir bila konservasi berjalan dengan baik. yang perlu dijaga kemudian adalah, komersialisasi dalam koridor konservasi, agar kelangsungan komodo dan habitatnya tetap terjaga.

    contoh sederhana adalah konservasi lokasi/situs machu picchu di peru. walaupun konservasi peninggalan sejarah dan kebudayaan bangsa inca (bukan konservasi alam - mahluk hidup seperti komodo), pemerintah peru memberlakukan pembatasan jumlah pengunjung baik domestik maupun internasional hanya 800 orang per tahun. salah satu alasan dan tujuannya adalah menjaga kondisi dan kelanggengan situs machu picchu.
    dampaknya, seluruh dunia berebut mendaftarkan diri untuk bisa mengunjungi machu pichu, dan sebuah kebangaan bila pengajuannya disetujui walau masih dalam daftar tunggu, dan mereka ini semua bercerita dengan bangga bahwa mereka masuk daftar tunggu dan atau sudah mendapat jadwal pasti untuk masuk kawasan machu picchu.
    apalagi konservasi mahluk hidup seperti komodo, seyogyanya lebih dahsyat usaha dan kegiatan koservasinya, termasuk kesejahteraan para petugas konservasi di lokasi.

    saking serunya soal komodo, bangsa ini sampai lupa tentang badak jawa, berita terakhir jumlah betina badak jawa tinggal 4 ekor.
    lalu soal borobudur dan masih banyak lagi…

    terimakasih motulz!

  54. datum Said,

    November 1, 2011 @ 09:33

    nah! ternyata dubes republik indonesia di swiss menyatakan, “Kredibilitas Penyelenggara Dukung Komodo Diragukan”…

    sudahlah, kita swadaya aja mengangkat indonesia, dengan mulai menghargai yang ada di indonesia, menjaga dan merawatnya… pasti dunia akan menoleh tanpa kita gembar gembor atau pakai jasa asing untuk suarakannya…

  55. budi Said,

    November 1, 2011 @ 09:35

    eh gara2 komen saya nomer 2 semua jadi ikut2an ngomong muter2 :))

    saya sih punya alasan sendiri ngomong gitu, ga tau deh yg lain :D

    yg jelas saya juga tidak setuju komodo dikomersilkan oleh perusahaan asing yg ga jelas :)

  56. ibnu manaf Said,

    November 1, 2011 @ 10:20

    setuju dengan tulisan ini…!!semua orang mestinya sadar kl tempat2 pariwisata kita jd inceran orang2 luar yg ingin mengambil keuntungan dari situ. yang dikhawatirkan adalah kelestarian lingkungan dan komodo yg hidup dipulau itu, jika terpilih menjadi 7 keajaiban dunia, akan banyak wisatawan yg akan berkunjung kesana..dan biasanya nih…makin banyak yg datang berkunjung…makin banyak pula sampah2 yg ditinggalkan disana.
    bagi yg tidak mengerti tentang tulisan ini berarti rasa peduli kalian akan bangsa dan negara masih kurang banget!!biasakan membaca dengan detail…sabar…jangan sambil lewat saja ya…agar bisa mengambil intisari dari tulisan ini.
    ayo mas motulz!!mari kita dukung Indonesia!!!*kibarin bendera merahputih*

  57. orangIndonesia Said,

    November 1, 2011 @ 16:18

    Dari awal saya sudah curiga. Kalau memang menjadi keajaiban dunia divoting atau tidak ya tetap aja keajaiban dunia. Sayang kita kurang PD

  58. diki sumbawa Said,

    November 2, 2011 @ 21:58

    yg bikin blog ini sapa y?
    data2nya diambil dari mana?
    web or ref. lain yg mendukung tulisan ini kok gak ada?

    ini kayak sebuah cerpen aja…

  59. motulz Said,

    November 9, 2011 @ 23:52

    @dikisumbawa : data apa yg ingin anda ketahui? nanti akan saya kasih :) Bukan gak mau dipaparkan… artikel segini aja udah banyak yg protes kepanjangan dan bertele2 tuh :P Kayaknya lebih banyak yg suka dengan tulisan yg cuma tinggal pilih PRO atau KONTRA aja.. gak perlu ada penjelasan2 panjang ya? :)

  60. budi utomo Said,

    April 23, 2012 @ 03:52

    artikelnya bagus banget mas, oh ya, di tunggu blogwalking nya balik ya ke blog saya http://www.budiutomo.com

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment